CERPEN “Eyangku yang Sempurna”

Published September 21, 2012 by ika11fatmahwati

Eyangku yang Sempurna

Eyangku seorang wanita yang sangat cantik. Eyang ibu dari umiku. Eyangku bernama Iyah. Tanggal November yang akan datang umurnya genap 73 tahun. Sudah sangat tua bukan? Hehe. Eyangku lahir di Tegal, pada tanggal 20 November tahun 1938. Rumah eyang, tidak jauh dari rumahku. Eyang tinggal bersama dengan eyang kakung dan bibiku.
Eyang cantik sekali. Mukanya bulat, pipinya tembem, hidungnya sangat mancung seperti orang arab, haha😀. Alisnya tebal. Bulu matanya yang cantik, semakin memperindah matanya yang penuh cahaya. Saat eyangku tersenyum, semua orang terpesona akan senyumannya, termasuk aku. Hihi😀 ya meskipun ada beberapa giginya yang hilang alias sudah copot, tetapi itu tidak mengurangi senyumnya yang sangat manis. Giginya juga masih berwarna putih, hebat kan? Hehe. Rambutnya yang panjang terurai menambah kecantikannya meskipun eyang sudah tua. Tapi sayang, rambutnya sudah berwarna putih meskipun ada beberapa yang masih berwarna hitam. Kulitnya berwarna kuning langsat. Tingginya kira-kira 158 centi meter, dan beratnya kira-kira sekitar 45 kilo gram.
Eyang sangat akrab dengan umiku. Hampir setiap hari umi main ke rumah eyang. Biasanya, umi main dengan aku dan adikku, Tiya. Aku dan umi main ke rumah eyang setiap kali umi selesai masak. Umi selalu membawakan makanan ke rumah eyang, untuk eyang putri dan eyang kakung. “Umi, ayo main ke rumah eyang”. Ucap ku. “iya nanti kaka, nunggu umi selesai masak. Sekalian nanti mengantarkan makanan ke rumah eyang”. Ujar umi sambil tersenyum.
Eyangku suka sekali makan jajan alias ngemil sambil nonton televisi ditemani eyang kakung, waaahh… so sweet. Haha kaya anak muda saja. Jajan kesukaannya yaitu gerem dan widara. Makanan yang dapat di jumpai di kota Tegal. “ eyang, mengapa eyang sangat menyukai jajan widara dan gerem? Sepertinya, hampir setiap hari aku melihat eyang makan widara dan gerem”. Tanya ku. “ Karena rasanya manis dan sangat lembut di mulut. Gigi eyang kan tinggal beberapa, makanan ini sangat cocok untuk orang tua seperti eyang”. Ujar eyang. Hampir setiap hari eyang makan makanan tersebut. Bahkan kalau persediaan makanan kesukaannya sudah hampir habis, eyang langsung bilang umiku, “ Dhe, jajanku hampir habis. Nanti belikan ya? Kalau adhe mau ke pasar”. “iya bu, nanti adhe belikan.” Ujar umiku sambil tersenyum.

Selain makan jajan dan nonton televisi, eyangku juga suka masak lho. Setiap kali aku main ke rumah eyang, aku pasti dibuatkan makanan. Makanya aku sering main ke rumah eyang. “adhe mau di buatkan makanan apa?” tanya eyang. “ apa aja eyang. Eyang pasti tau, makanan seperti apa yang aku sukai”. Jawabku sambil tersenyum. Masakan eyangku enak sekali rasanya, sangat pas di lidah. Eyang sangat tahu makanan seperti apa yang di sukai cucunya. Eyang sangat tahu, kalau aku sangat menyukai makanan yang rasanya pedas dan asin. Eyangku baik sekali, suka membuatkan makanan yang sesuai dengan seleraku. Setiap kali eyang masak, aku selalu membantunya. Aku juga sering di ajari masak sama eyang. Eyang masak tidak hanya menghitung jumlah anggota keluarganya. Eyang selalu masak banyak, kemudian eyang membagi masakannya untuk tetangga-tetangga yang berada di dekat rumahnya. Eyang baik sekali.
Eyang tidak pernah pilih kasih kepada cucu-cucunya. Eyang baik sekali orangnya. Apalagi sama aku, eyang sangat baik. Pernah sesekali aku berbuat suatu kesalahan, tetapi eyang tidak pernah memarahiku. Kalau aku sedang sakit, eyang sangat khawatir dan selalu menanyakan keadaanku. Terkadang, eyang menemaniku tidur. Kalau aku sedang kecapaian, eyang memijatku dengan penuh kasih sayang. Eyang orangnya lemah lembut dan penuh perhatian. Eyang tidak suka marah-marah sama orang lain.
Hubunganku dengan eyang sangat baik. Kami sangat dekat. Eyang orang ketiga yang dekat denganku setelah abah dan umiku. Rumah kami berdekatan, setiap hari sepulang sekolah, aku min kerumah eyang bersama dengan umiku. Tidak jarang pula aku tidur di rumah eyang. Terkadang juga eyang tidur di rumahku.
Sekarang aku dan eyang saling berjauhan. Eyangku berada di kota Tegal, sedangkan sekarang, aku tinggal di kota Yogyakarta. Umi dan abahku juga jauh denganku. Mereka berdua juga tinggal di kota Tegal. Tetapi jarak bukan suatu penghalang bagi mereka untuk senantiasa mendoakan dan menyayangiku.
Umi, abah, eyang………… Ika kangeeen…… :’-(

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: